
KJRI Jeddah — KJRI Jeddah terus melakukan pendampingan terhadap seorang jemaah haji Indonesia asal Madura yang mengalami kecelakaan lalu lintas di Kota Makkah dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di ruang Intensive Care Unit (ICU).
Sejak menerima informasi mengenai kejadian tersebut, KJRI Jeddah melalui Tim Pelindungan Warga Negara Indonesia (WNI) segera melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk rumah sakit, aparat kepolisian Arab Saudi, serta pihak-pihak yang berwenang untuk memastikan korban mendapatkan penanganan medis yang optimal.
Berdasarkan laporan dari Kepolisian Lalu Lintas Arab Saudi, kecelakaan terjadi ketika korban menyeberang jalan di lokasi yang tidak diperuntukkan sebagai area penyeberangan.
Saat ini, kondisi korban masih dalam pemantauan intensif oleh tim medis dan KJRI Jeddah terus berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk memperoleh perkembangan terkini terkait kondisi kesehatannya.
KJRI Jeddah juga memastikan bahwa aspek pelindungan hukum terhadap korban tetap menjadi perhatian utama. Pendampingan akan terus dilakukan guna memastikan seluruh hak korban dapat terpenuhi sesuai ketentuan hukum yang berlaku di Arab Saudi.
Dalam situasi tertentu yang memerlukan pendampingan hukum lebih lanjut, KJRI Jeddah akan menyediakan bantuan dan pendampingan pengacara untuk memastikan hak-hak korban dapat diperjuangkan secara maksimal.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi seluruh Warga Negara Indonesia (WNI), Pekerja Migran Indonesia (PMI), maupun jemaah haji Indonesia yang sedang berada di Arab Saudi untuk selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas sehari-hari.
KJRI Jeddah mengimbau agar masyarakat Indonesia senantiasa mematuhi aturan lalu lintas setempat, menggunakan fasilitas penyeberangan yang telah disediakan, serta mengikuti ketentuan dan peraturan yang berlaku di Arab Saudi.
Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas tidak hanya penting untuk menghindari pelanggaran hukum, tetapi juga menjadi langkah utama dalam melindungi keselamatan diri dan orang lain.
Mengingat tingginya mobilitas masyarakat selama musim haji, khususnya di Kota Makkah dan kawasan sekitar Masjidil Haram, kewaspadaan saat berjalan kaki maupun menyeberang jalan perlu terus ditingkatkan.
KJRI Jeddah akan terus memantau perkembangan kondisi korban dan memberikan pendampingan yang diperlukan hingga seluruh proses penanganan selesai.
KJRI Jeddah juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk turut mendoakan agar korban segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali beraktivitas seperti sediakala.
Semoga seluruh WNI, PMI, dan jemaah haji Indonesia yang berada di Arab Saudi senantiasa diberikan keselamatan, kesehatan, serta perlindungan dalam menjalankan aktivitas dan ibadah di Tanah Suci.

