KJRI Jeddah Imbau Jemaah Haji Hormati Privasi dan Patuhi Aturan Pengambilan Gambar di Arab Saudi

TUH KJRI Jeddah (Madinah) — Kantor Perwakilan Republik Indonesia di Jeddah mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia untuk lebih berhati-hati dan bijak dalam menggunakan kamera maupun telepon genggam selama berada di Arab Saudi, khususnya saat mengambil foto atau video di area publik.

Imbauan ini disampaikan menyusul adanya kasus seorang jemaah haji Indonesia yang diamankan aparat keamanan di Madinah karena merekam video seorang perempuan tanpa izin. Meski jemaah tersebut mengaku tidak memiliki niat buruk, kasus tetap diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku di Arab Saudi.

Koordinator Satgas Perlindungan KJRI Jeddah, Ahmad Masbukhin mengingatkan bahwa pemerintah Arab Saudi memiliki aturan yang sangat ketat terkait perlindungan privasi individu. Mengambil gambar atau merekam seseorang tanpa persetujuan, terutama terhadap perempuan, dapat dikategorikan sebagai pelanggaran hukum berdasarkan ketentuan Anti Cybercrime Law Saudi Arabia.

“Aturan mengenai privasi di Arab Saudi sangat dijunjung tinggi. Karena itu, jemaah diimbau untuk tidak sembarangan mengambil foto maupun video orang lain tanpa izin, terlebih di ruang publik,” demikian imbauan yang disampaikan dalam edukasi kepada jemaah haji Indonesia.

Dalam ketentuan hukum yang berlaku di Arab Saudi, pelanggaran terkait penyalahgunaan dokumentasi pribadi dapat dikenai sanksi berupa hukuman penjara hingga satu tahun dan denda mencapai 500.000 riyal Saudi.

Selain menjaga ketertiban, imbauan ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga nama baik jemaah dan bangsa Indonesia selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Seluruh jemaah diharapkan dapat menghormati budaya, adat istiadat, serta norma sosial masyarakat setempat.

KJRI Jeddah juga mengajak jemaah untuk lebih mengutamakan adab dan etika selama beribadah, termasuk dalam penggunaan media sosial dan dokumentasi pribadi.

“Sebagai tamu di Tanah Suci, mari bersama-sama menghormati aturan yang berlaku, menjaga sikap dan lisan, serta menggunakan kamera secara bijak agar ibadah dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan penuh keberkahan,” tutup imbauan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *