Kartu Nusuk, Identitas Penting yang Wajib Selalu Digunakan Jemaah Haji

TUH KJRI Jeddah (Madinah) — Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi kembali mengingatkan seluruh jemaah haji Indonesia agar selalu menggunakan Kartu Nusuk selama berada di Tanah Suci. Kartu tersebut bukan sekadar identitas biasa, melainkan dokumen resmi yang memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran, keamanan, dan perlindungan jemaah selama menjalankan ibadah haji.

PPIH menjelaskan bahwa Kartu Nusuk merupakan identitas resmi jemaah yang wajib dikenakan, terutama saat beraktivitas di area pelayanan haji, Masjidil Haram, hingga lokasi puncak ibadah di Armuzna.

Foto

Selain berfungsi sebagai identitas diri, Kartu Nusuk juga menjadi akses utama bagi jemaah untuk memperoleh berbagai layanan resmi haji, mulai dari transportasi, akomodasi, konsumsi, hingga akses masuk ke kawasan tertentu selama operasional haji berlangsung.

“Kartu Nusuk adalah identitas resmi jemaah selama berada di Arab Saudi. Karena itu, jemaah diimbau untuk selalu mengenakannya di kalung atau tempat yang mudah terlihat,” disampaikan dalam edukasi layanan jemaah haji Indonesia.

PPIH menambahkan, penggunaan Kartu Nusuk sangat membantu proses identifikasi jemaah apabila mengalami kendala di lapangan, seperti terpisah dari rombongan, tersesat, atau membutuhkan bantuan petugas.

Hal ini menjadi sangat penting terutama bagi jemaah lansia yang terkadang mengalami kebingungan atau lupa lokasi hotel tempat menginap.

Di dalam Kartu Nusuk terdapat data penting yang terhubung dengan identitas jemaah, termasuk informasi kloter dan lokasi penempatan hotel. Dengan demikian, apabila ada jemaah yang mengalami kebingungan di jalan atau terpisah dari rombongan, petugas maupun masyarakat sekitar dapat lebih mudah membantu mengarahkan jemaah kembali ke hotelnya.

“Bagi jemaah lansia, Kartu Nusuk sangat membantu. Ketika mereka lupa arah pulang atau lokasi hotel, informasi yang ada di kartu dapat memudahkan petugas maupun orang lain untuk membantu mengantarkan kembali ke tempat tinggalnya,” jelas PPIH.

Selain membantu perlindungan dan layanan, penggunaan Kartu Nusuk secara konsisten juga menjadi bagian dari sistem pengawasan keamanan jemaah selama berada di Tanah Suci.

PPIH turut mengimbau jemaah agar menjaga Kartu Nusuk dengan baik dan tidak sembarangan membagikan foto kartu tersebut di media sosial karena di dalamnya terdapat data penting serta barcode layanan jemaah.

Melalui imbauan ini, seluruh jemaah diharapkan semakin memahami pentingnya penggunaan Kartu Nusuk sebagai bagian dari sistem perlindungan dan pelayanan haji di Arab Saudi.

Dengan selalu mengenakan Kartu Nusuk, jemaah diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan lebih aman, nyaman, tertib, dan tenang selama berada di Tanah Suci.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *