
TUH KJRI Jeddah (Makkah) — Hari Arafah merupakan salah satu momentum paling penting dalam seluruh rangkaian ibadah haji. Pada hari inilah jutaan jemaah haji dari berbagai penjuru dunia berkumpul di Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf, sebuah rukun haji yang menjadi penentu sah atau tidaknya ibadah haji seseorang.
Besarnya kedudukan wukuf di Arafah ditegaskan dalam sabda Rasulullah SAW:
“Al-Hajju Arafah” (Haji itu adalah Arafah).
(HR. At-Tirmidzi, Abu Dawud, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah)
Hadis tersebut menunjukkan bahwa wukuf di Arafah merupakan inti dan rukun terbesar dalam pelaksanaan ibadah haji. Oleh karena itu, setiap jemaah perlu memahami tata cara pelaksanaannya dengan baik agar dapat menjalankan ibadah secara sempurna.
Seluruh Arafah Adalah Tempat Wukuf
Pelaksanaan wukuf dimulai sejak tergelincir matahari pada tanggal 9 Dzulhijjah hingga terbit fajar tanggal 10 Dzulhijjah. Selama berada di kawasan Arafah, jemaah diimbau memperbanyak doa, zikir, takbir, istighfar, serta berbagai amal ibadah lainnya.
Penting untuk dipahami bahwa seluruh wilayah Arafah merupakan tempat wukuf. Oleh karena itu, jemaah tidak perlu berdesakan atau memaksakan diri menuju titik tertentu dengan anggapan memiliki keutamaan khusus.
Berada di dalam batas wilayah Arafah pada waktu yang telah ditentukan sudah memenuhi ketentuan pelaksanaan wukuf sesuai syariat.
Perbanyak Doa dan Zikir
Hari Arafah merupakan salah satu waktu terbaik untuk berdoa kepada Allah SWT. Pada hari yang mulia ini, jemaah dianjurkan memperbanyak munajat, memohon ampunan, serta mendoakan diri sendiri, keluarga, dan umat Islam secara umum.
Selain doa, jemaah juga dianjurkan memperbanyak takbir, tahlil, tahmid, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak zikir sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Momentum Arafah merupakan kesempatan yang sangat berharga karena belum tentu akan terulang kembali dalam kehidupan seseorang.
Menjaga Kesehatan Saat Wukuf
Selain fokus pada ibadah, jemaah juga perlu memperhatikan kondisi kesehatan selama berada di Arafah.
PPIH Arab Saudi mengimbau jemaah untuk tetap berada di area tenda, khususnya pada pukul 10.00 hingga 16.00 waktu setempat saat suhu udara berada pada titik tertinggi. Tenda yang telah dilengkapi pendingin udara (AC) disediakan untuk membantu melindungi jemaah dari risiko kelelahan akibat panas ekstrem maupun sengatan matahari.
Jemaah juga dianjurkan untuk melaksanakan salat Zuhur dan Asar secara jamak qasar pada waktu Zuhur sesuai tuntunan manasik haji.
Selain itu, jemaah diingatkan untuk memperbanyak minum air putih, mengonsumsi makanan secukupnya, serta menghindari aktivitas fisik yang tidak diperlukan selama berada di Arafah.
Hindari Kesalahan yang Sering Terjadi
Dalam pelaksanaan wukuf, terdapat beberapa hal yang perlu menjadi perhatian agar ibadah dapat berjalan dengan baik dan sesuai tuntunan.
Beberapa kesalahan yang masih sering terjadi antara lain berwukuf di luar batas wilayah Arafah, terlalu sibuk melakukan dokumentasi untuk media sosial, serta mendaki Jabal Rahmah karena menganggap lokasi tersebut memiliki keutamaan khusus yang menentukan sahnya wukuf.
Padahal, seluruh wilayah Arafah merupakan tempat wukuf dan tidak ada kewajiban bagi jemaah untuk mendaki Jabal Rahmah.
Jemaah juga diingatkan untuk tidak meninggalkan Arafah sebelum matahari terbenam serta tidak berpuasa pada Hari Arafah bagi mereka yang sedang menunaikan ibadah haji, sebagaimana tuntunan Rasulullah SAW.
Patuhi Arahan Petugas dan Jadwal Pergerakan
Setelah matahari terbenam, jemaah akan bergerak secara bertahap menuju Muzdalifah sesuai jadwal dan pengaturan yang telah ditetapkan.
Karena itu, jemaah diimbau untuk selalu mengikuti instruksi petugas terkait pengelompokan, pergerakan, serta jadwal keberangkatan guna menjaga ketertiban dan keselamatan bersama.
Kepatuhan terhadap arahan petugas menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran mobilitas jutaan jemaah yang melaksanakan ibadah secara bersamaan pada fase puncak haji.
Fokus Beribadah dan Jaga Keselamatan
PPIH Arab Saudi mengajak seluruh Jemaah Haji Indonesia untuk memanfaatkan Hari Arafah dengan sebaik-baiknya dengan memperbanyak doa dan ibadah, sekaligus menjaga kondisi fisik agar tetap prima hingga menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji.
Pastikan selalu membawa payung saat berada di luar tenda, mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih secara teratur, menggunakan alat pelindung diri yang diperlukan, serta menghindari paparan sinar matahari langsung dalam waktu yang lama.
Mari jadikan Hari Arafah sebagai momentum terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memohon ampunan, dan memperbanyak doa-doa terbaik bagi diri sendiri, keluarga, bangsa, dan umat Islam.
Selamat menjalankan ibadah haji. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah para jemaah dan menganugerahkan haji yang mabrur. Aamiin Ya Rabbal Alamin.
Hari Arafah Rukun Terbesar Ibadah Haji
Poin-Poin Utama
- Dari Fajar hari kesembilan hingga matahari terbenam.
- Rasulullah bersabda: “Haji itu Arafah”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
- Menuju lokasi Arafah dan berwukuf disana – seluruh Arafah adalah tempat wukuf.
- Perbanyak doa, takbir dan dzikir (mengingat Allah).
- Melaksanakan shalat Zuhur dan Ashar dengan jamak dan qasar saat waktu dzuhur.
- Tetap berada di tempat teduh dan ber-Ac untuk perlindungan dari panas.
- Keberangkatan berkelompok ke Muzdalifah dimulai setelah matahari terbenam sesuai jadwal yang disetujui.
- Jangan meninggalkan tenda dari pukul 10.00 hingga 16.00.
- Tetap di tenda saat suhu puncak untuk melindungi diri dari kelelahan panas dan sengatan mataahari.
- Selalu ikuti intruksi pengelompokkan dan pergerakkan.
Hindari Kesalahan Umum Ini
- Berwukuf di luar batas-batas Arafah.
- Terlalu sibuk dengan fotografi dan media sosial.
- Mendaki Jabal Al-Rahmah dengan mengira memiliki keutamaan khusus.
- Pergi sebelum matahari terbenam.
- Berpuasa pada Hari Arafah bagi jemaah haji.
Cara Yang Benar
- Patuhi batas-batas yang ditunjukkan pada waktu-waktu yang diberkahi ini.
- Sibukkan diri dengan doa pada waktu-waktu yang diberkahi ini.
- Berwukuflah di dalam batas Arafah, karena seluruhnya adalah tempat wukuf.
- Tetap berada di Arafah sampai matahari terbenam.
Imbauan
Pastikan membawa payung, minum air putih secukupnya, dan hindari sengatan matahari langsung.
Selaat menjalankan ibadah haji, semoga mendapatkan haji yang mabrur.

