
TUH KJRI Jeddah (Madinah), 18 Mei 2026 — Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI melaksanakan evaluasi penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M bersama Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Madinah, Senin (18/5/2026).
Rapat yang berlangsung di Ruang Meeting B Wisma Haji Daker Madinah tersebut dipimpin oleh Ketua Tim Pengawas Haji DPR RI Tahun 2026, Dr. H. Cucun Ahmad Syamsurizal, M.A.P., didampingi Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid. Kegiatan ini dihadiri oleh anggota Timwas DPR RI, Sekretariat Jenderal DPR RI, serta jajaran kepala seksi dan tenaga pendukung PPIH Arab Saudi Daker Madinah.
Pertemuan tersebut membahas berbagai aspek penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026, mulai dari pelayanan kedatangan jemaah, akomodasi, kesehatan, transportasi, konsumsi, hingga perlindungan jemaah selama berada di Tanah Suci.
103.732 Jemaah Tiba di Madinah, Pelayanan Dinilai Semakin Baik
Dalam rapat disampaikan bahwa hingga saat ini sebanyak 103.732 Jemaah Haji Indonesia telah tiba di Madinah.
Timwas DPR RI menilai secara umum proses kedatangan dan pelayanan jemaah berjalan dengan baik dan lancar. Berbagai inovasi yang diterapkan pada musim haji tahun ini dinilai berhasil meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah.
Menurut Timwas DPR RI, pelayanan haji tahun ini menunjukkan berbagai terobosan positif yang membuat layanan semakin cepat, responsif, dan mengedepankan semangat melayani dengan sepenuh hati.
Salah satu peningkatan layanan yang mendapatkan apresiasi adalah penempatan jemaah di hotel-hotel kawasan markaziyah yang memiliki akses lebih dekat menuju Masjid Nabawi sehingga memberikan kenyamanan lebih bagi jemaah dalam menjalankan ibadah.
Timwas DPR RI juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Republik Indonesia atas komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan jemaah haji Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Hotel Bintang Lima untuk Jemaah Haji Reguler Mendapat Apresiasi

Dalam rapat tersebut, Timwas DPR RI turut mengapresiasi kebijakan penempatan sekitar 8.500 jemaah haji Indonesia di hotel berbintang lima yang untuk pertama kalinya diterapkan dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Kebijakan tersebut dinilai memberikan dampak positif terhadap kenyamanan jemaah, khususnya bagi jemaah lansia dan jemaah risiko tinggi (risti).
Meski demikian, Timwas DPR RI tetap mencatat sejumlah masukan dari jemaah terkait proses penempatan kamar, keterlambatan check-in, serta penyesuaian fasilitas di beberapa hotel yang menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan haji berikutnya.
Timwas merekomendasikan agar kualitas akomodasi terus ditingkatkan secara bertahap, termasuk penyempurnaan sistem pembagian kamar dan proses check-in agar lebih cepat dan tertata.
Istithaah Kesehatan Perlu Terus Diperkuat

Aspek kesehatan menjadi salah satu fokus utama dalam rapat evaluasi tersebut.
Timwas DPR RI menyoroti masih adanya sejumlah jemaah yang harus menjalani perawatan intensif akibat penyakit berat selama pelaksanaan ibadah haji.
Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan proses pemeriksaan istithaah kesehatan sebelum keberangkatan. Beberapa penyakit seperti demensia, gejala stroke, maupun penyakit kronis lainnya dinilai perlu mendapatkan perhatian lebih dalam proses pemeriksaan kesehatan calon jemaah.
Meskipun demikian, Timwas menilai proses pemeriksaan kesehatan tahun ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Untuk itu, Timwas merekomendasikan penguatan koordinasi antara Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, tenaga medis daerah, serta peningkatan edukasi kesehatan kepada calon jemaah sebelum keberangkatan.
Angka Kematian Jemaah Gelombang Pertama Menurun
Salah satu capaian positif yang mendapat perhatian dalam rapat adalah menurunnya angka kematian jemaah pada gelombang pertama dibandingkan musim haji sebelumnya.
Pencapaian tersebut dinilai sebagai hasil dari peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, pemeriksaan kesehatan yang lebih baik, serta pendampingan yang lebih intensif terhadap jemaah selama berada di Arab Saudi.
Timwas DPR RI mendorong agar pengawasan terhadap jemaah lansia dan risiko tinggi terus diperkuat mulai dari sebelum keberangkatan hingga pelaksanaan puncak ibadah haji.
Layanan Transportasi Berjalan Sesuai Standar
Pada sektor transportasi, Timwas DPR RI menilai layanan transportasi haji berjalan dengan baik dan sesuai prosedur operasional yang berlaku.
Seluruh armada yang digunakan dalam operasional haji telah melalui proses pemeriksaan kelayakan dan pengawasan rutin guna memastikan keamanan dan kenyamanan jemaah.
Terkait insiden kecelakaan yang terjadi di kawasan Jabal Magnet, dijelaskan bahwa kendaraan yang digunakan bukan merupakan bagian dari layanan transportasi resmi PPIH Arab Saudi, melainkan disewa secara mandiri oleh pihak KBIH di luar program transportasi resmi haji Indonesia.
Timwas merekomendasikan agar sosialisasi penggunaan layanan transportasi resmi kepada jemaah terus diperkuat guna meminimalisasi risiko selama berada di Arab Saudi.
Welcome Food Dinilai Membantu Jemaah
Rapat juga membahas kebijakan pemberian welcome food kepada jemaah yang baru tiba di Madinah maupun Makkah.
Timwas DPR RI menilai program tersebut memberikan manfaat besar bagi jemaah yang baru menyelesaikan perjalanan panjang dari Indonesia.
Oleh karena itu, pemberian welcome food dari pihak syarikah maupun penyelenggara haji disepakati untuk tetap dipertahankan sebagai bagian dari pelayanan kepada jemaah.
Asuransi Jemaah Menjadi Perhatian
Dalam pembahasan aspek perlindungan jemaah, Timwas DPR RI menyoroti perlunya perbaikan layanan asuransi kesehatan bagi jemaah haji Indonesia.
Beberapa kasus menunjukkan adanya pemindahan pasien oleh pihak asuransi tanpa koordinasi terlebih dahulu dengan petugas Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), yang berpotensi mengganggu proses penanganan medis di lapangan.
Selain itu, Timwas juga menilai perlu adanya kerja sama dengan penyedia asuransi yang memiliki pemahaman khusus terhadap operasional haji serta mampu memberikan perlindungan kesehatan secara menyeluruh hingga jemaah dinyatakan sembuh.
Koordinasi dan sistem komunikasi antara pihak asuransi dan petugas kesehatan haji juga direkomendasikan untuk diperkuat guna menghindari miskomunikasi dalam penanganan pasien.
Menutup rapat evaluasi, Timwas DPR RI berharap berbagai capaian positif yang telah diraih pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan pada musim haji mendatang.
Melalui evaluasi yang berkelanjutan, kualitas pelayanan kepada Jemaah Haji Indonesia diharapkan semakin baik, semakin ramah lansia, serta semakin mampu memberikan kenyamanan dan ketenangan bagi jemaah dalam menjalankan ibadah di Tanah Suci.

