{"id":799,"date":"2026-06-21T16:08:13","date_gmt":"2026-06-21T13:08:13","guid":{"rendered":"https:\/\/kantorurusanhaji.net\/?p=799"},"modified":"2026-06-21T16:08:13","modified_gmt":"2026-06-21T13:08:13","slug":"memahami-muzdalifah-dan-amalan-10-dzulhijjah-tahapan-penting-menuju-kesempurnaan-ibadah-haji","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kantorurusanhaji.net\/id\/memahami-muzdalifah-dan-amalan-10-dzulhijjah-tahapan-penting-menuju-kesempurnaan-ibadah-haji\/","title":{"rendered":"Memahami Muzdalifah dan Amalan 10 Dzulhijjah, Tahapan Penting Menuju Kesempurnaan Ibadah Haji"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/kantorurusanhaji.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Muzdalifah-1024x683.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-800\" srcset=\"https:\/\/kantorurusanhaji.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Muzdalifah-1024x683.png 1024w, https:\/\/kantorurusanhaji.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Muzdalifah-300x200.png 300w, https:\/\/kantorurusanhaji.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Muzdalifah-768x512.png 768w, https:\/\/kantorurusanhaji.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Muzdalifah-18x12.png 18w, https:\/\/kantorurusanhaji.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Muzdalifah-600x400.png 600w, https:\/\/kantorurusanhaji.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Muzdalifah.png 1536w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>TUH KJRI Jeddah (Makkah) <\/strong>&nbsp;\u2014 Setelah menyelesaikan wukuf di Arafah, Jemaah Haji akan melanjutkan perjalanan menuju Muzdalifah untuk menjalani salah satu rangkaian penting dalam pelaksanaan ibadah haji. Fase ini menjadi penghubung antara wukuf di Arafah dan pelaksanaan berbagai amalan pada 10 Dzulhijjah di Mina dan Masjidil Haram.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, jemaah diimbau untuk memahami tata cara pelaksanaan ibadah pada fase ini agar seluruh rangkaian haji dapat berjalan dengan tertib, aman, dan sesuai tuntunan syariat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Bergerak ke Muzdalifah Sesuai Pengaturan Petugas<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah matahari terbenam pada 9 Dzulhijjah, jemaah akan bergerak menuju Muzdalifah sesuai jadwal dan pengelompokan yang telah ditetapkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PPIH Arab Saudi mengimbau seluruh jemaah untuk mematuhi program pengelompokan dan menggunakan sarana transportasi yang telah ditentukan, baik bus maupun kereta. Jemaah juga diharapkan selalu berkoordinasi dengan ketua rombongan atau petugas kloter terkait jadwal keberangkatan dan pergerakan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kepatuhan terhadap pengaturan tersebut sangat penting untuk menjaga kelancaran mobilitas jutaan jemaah yang bergerak secara bersamaan menuju Muzdalifah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setibanya di Muzdalifah, jemaah melaksanakan salat Magrib dan Isya secara jamak ta\u2019khir sesuai tuntunan manasik haji.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada fase ini, jemaah juga dapat mengumpulkan tujuh butir kerikil yang akan digunakan untuk melontar Jumrah Aqabah Kubra pada 10 Dzulhijjah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun demikian, perlu dipahami bahwa kerikil tidak harus dikumpulkan di Muzdalifah. Kerikil dapat diperoleh dari lokasi lain yang diperbolehkan dan sesuai ketentuan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Amalan Penting pada 10 Dzulhijjah<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hari ke-10 Dzulhijjah merupakan hari yang sangat penting dalam rangkaian ibadah haji karena terdapat beberapa amalan utama yang harus dilaksanakan oleh jemaah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah tiba di Mina, jemaah melaksanakan lontar Jumrah Aqabah Kubra dengan tujuh butir kerikil. Setiap lemparan dilakukan satu per satu sambil mengucapkan takbir &#8220;Allahu Akbar&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi jemaah yang melaksanakan haji Tamattu\u2019 dan Qiran, setelah itu dilanjutkan dengan penyembelihan hadyu atau dam sesuai ketentuan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selanjutnya, jemaah melaksanakan tahallul melalui mencukur atau memotong rambut. Bagi laki-laki, mencukur habis rambut lebih utama dibandingkan hanya memotong sebagian rambut. Sedangkan bagi perempuan cukup memotong sedikit bagian ujung rambut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan tahallul pertama tersebut, jemaah telah diperbolehkan melakukan berbagai aktivitas yang sebelumnya dilarang saat ihram, kecuali hubungan suami istri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rangkaian ibadah kemudian dilanjutkan dengan melaksanakan Tawaf Ifadah dan Sa\u2019i di Masjidil Haram. Kedua ibadah tersebut merupakan bagian dari rukun haji yang sangat penting dan menjadi syarat kesempurnaan pelaksanaan ibadah haji.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Hindari Kesalahan yang Sering Terjadi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PPIH Arab Saudi mengingatkan jemaah untuk menghindari beberapa kesalahan yang masih sering ditemukan saat pelaksanaan lontar jumrah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di antaranya adalah mencuci kerikil sebelum digunakan untuk melontar, padahal hal tersebut tidak disyariatkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kesalahan lainnya adalah melempar seluruh kerikil sekaligus dalam satu lemparan. Padahal, setiap kerikil harus dilempar satu per satu agar sah sesuai ketentuan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jemaah juga diingatkan untuk tidak meninggalkan takbir saat melempar jumrah karena mengucapkan &#8220;Allahu Akbar&#8221; pada setiap lemparan merupakan sunnah yang sangat dianjurkan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Laksanakan Sesuai Tuntunan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Agar ibadah berjalan sempurna, jemaah diimbau untuk selalu mengikuti tuntunan manasik yang telah diberikan oleh para pembimbing ibadah serta mematuhi arahan petugas di lapangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kerikil harus dilempar satu per satu, rangkaian ibadah dilakukan secara tertib, dan setiap tahapan dijalankan dengan penuh kesabaran serta kekhusyukan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PPIH Arab Saudi juga mengajak seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan, memperbanyak doa dan zikir, serta menghindari aktivitas yang dapat menguras energi secara berlebihan selama pelaksanaan rangkaian ibadah di Mina dan Makkah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan memahami setiap tahapan ibadah secara baik, diharapkan jemaah dapat menjalankan seluruh rangkaian haji dengan tenang, tertib, dan sesuai tuntunan Rasulullah SAW.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah para jemaah, memudahkan setiap langkah dalam menjalankan ibadah haji, serta menganugerahkan haji yang mabrur. Aamiin Ya Rabbal Alamin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TUH KJRI Jeddah (Makkah) &nbsp;\u2014 Setelah menyelesaikan wukuf di Arafah, Jemaah Haji akan melanjutkan perjalanan menuju Muzdalifah untuk menjalani salah satu rangkaian penting dalam pelaksanaan ibadah haji. Fase ini menjadi penghubung antara wukuf di Arafah dan pelaksanaan berbagai amalan pada 10 Dzulhijjah di Mina dan Masjidil Haram. Karena itu, jemaah diimbau untuk memahami tata cara&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-799","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-informasi_haji"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kantorurusanhaji.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/799","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kantorurusanhaji.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kantorurusanhaji.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kantorurusanhaji.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kantorurusanhaji.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=799"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kantorurusanhaji.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/799\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":801,"href":"https:\/\/kantorurusanhaji.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/799\/revisions\/801"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kantorurusanhaji.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=799"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kantorurusanhaji.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=799"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kantorurusanhaji.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=799"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}