{"id":649,"date":"2026-05-14T08:52:30","date_gmt":"2026-05-14T05:52:30","guid":{"rendered":"https:\/\/kantorurusanhaji.net\/?p=649"},"modified":"2026-05-14T08:52:31","modified_gmt":"2026-05-14T05:52:31","slug":"kemenhaj-operasikan-23-dapur-di-madinah-untuk-menjamin-layanan-konsumsi-jemaah-dengan-cita-rasa-khas-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kantorurusanhaji.net\/id\/kemenhaj-operasikan-23-dapur-di-madinah-untuk-menjamin-layanan-konsumsi-jemaah-dengan-cita-rasa-khas-indonesia\/","title":{"rendered":"Kemenhaj Operasikan 23 Dapur di Madinah untuk Menjamin Layanan Konsumsi Jemaah dengan Cita Rasa Khas Indonesia"},"content":{"rendered":"\n<p>TUH KJRI Jeddah (Madinah) \u2014 Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memastikan layanan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia selama berada di Madinah terlaksana dengan baik. Sebanyak 23 dapur katering disiapkan untuk memenuhi kebutuhan makanan jemaah sesuai standar mutu yang telah ditentukan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kepala Seksi Konsumsi Daerah Kerja Madinah, Beny Darmawan, menjelaskan bahwa seluruh dapur mitra telah melewati proses seleksi yang ketat guna memastikan kualitas, kebersihan, serta keamanan makanan yang disajikan kepada jemaah.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSeluruh dapur telah melalui proses seleksi dan dinyatakan siap memberikan layanan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia,\u201d ungkapnya di Madinah, Minggu (19\/4) malam waktu setempat.<\/p>\n\n\n\n<p>Selama sekitar sembilan hari berada di Madinah, para jemaah akan memperoleh layanan konsumsi sebanyak 27 kali makan atau tiga kali sehari, menyesuaikan pola makan masyarakat Indonesia. Selain memperhatikan jumlah, kualitas dan cita rasa makanan juga menjadi fokus utama agar tetap sesuai dengan selera jemaah.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mempertahankan cita rasa khas Indonesia, seluruh bumbu masakan didatangkan langsung dari Tanah Air dalam bentuk pasta racikan khusus. Selain itu, masing-masing dapur diwajibkan memiliki sedikitnya dua koki utama serta empat asisten koki asal Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKetentuan tersebut wajib dipenuhi dan seluruh dapur telah menjalankannya,\u201d ujar Beny Darmawan, Minggu (19\/04).<\/p>\n\n\n\n<p>Ia menambahkan bahwa kesiapan layanan konsumsi telah mencapai 100 persen menjelang kedatangan jemaah haji gelombang pertama pada Rabu (22\/4). Seluruh kebutuhan pendukung, mulai dari ketersediaan bahan baku hingga kesiapan tenaga memasak, dipastikan telah siap digunakan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kementerian Haji dan Umrah juga memberikan perhatian khusus kepada jemaah lanjut usia (lansia). Menu makanan disesuaikan dengan kebutuhan jemaah, seperti penyajian nasi bertekstur lebih lembut atau diolah menjadi bubur agar lebih mudah dikonsumsi dan dicerna.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam aspek pengawasan, Kementerian Haji dan Umrah menerapkan sistem kontrol berlapis guna memastikan keamanan serta mutu makanan bagi jemaah. Pengawasan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemeriksaan bahan baku, proses pengolahan makanan, hingga distribusi dan penyajiannya kepada jemaah.<\/p>\n\n\n\n<p>Pengecekan sampel makanan dilakukan di tiga lokasi, yaitu Kantor Daker Madinah, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), serta sektor pemondokan jemaah. Selain itu, petugas konsumsi yang bertugas di hotel juga melakukan pemeriksaan ulang sebelum makanan dibagikan kepada jemaah.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui berbagai langkah tersebut, Kemenhaj berupaya memastikan jemaah haji Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan nyaman dan tenang tanpa perlu khawatir terhadap layanan konsumsi selama berada di Tanah Suci.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TUH KJRI Jeddah (Madinah) \u2014 Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memastikan layanan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia selama berada di Madinah terlaksana dengan baik. Sebanyak 23 dapur katering disiapkan untuk memenuhi kebutuhan makanan jemaah sesuai standar mutu yang telah ditentukan. Kepala Seksi Konsumsi Daerah Kerja Madinah, Beny Darmawan, menjelaskan bahwa seluruh dapur mitra telah&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":650,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-649","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-informasi_haji"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kantorurusanhaji.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/649","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kantorurusanhaji.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kantorurusanhaji.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kantorurusanhaji.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kantorurusanhaji.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=649"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kantorurusanhaji.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/649\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":651,"href":"https:\/\/kantorurusanhaji.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/649\/revisions\/651"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kantorurusanhaji.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/650"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kantorurusanhaji.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=649"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kantorurusanhaji.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=649"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kantorurusanhaji.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=649"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}