{"id":796,"date":"2026-06-21T16:05:50","date_gmt":"2026-06-21T13:05:50","guid":{"rendered":"https:\/\/kantorurusanhaji.net\/?p=796"},"modified":"2026-06-21T16:05:50","modified_gmt":"2026-06-21T13:05:50","slug":"di-padang-arafah-menhaj-tegaskan-komitmen-transformasi-layanan-haji-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kantorurusanhaji.net\/ar\/di-padang-arafah-menhaj-tegaskan-komitmen-transformasi-layanan-haji-indonesia\/","title":{"rendered":"Di Padang Arafah, Menhaj Tegaskan Komitmen Transformasi Layanan Haji Indonesia"},"content":{"rendered":"<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"768\" src=\"https:\/\/kantorurusanhaji.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Menteri-Pidato-1024x768.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-797\" srcset=\"https:\/\/kantorurusanhaji.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Menteri-Pidato-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/kantorurusanhaji.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Menteri-Pidato-300x225.jpeg 300w, https:\/\/kantorurusanhaji.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Menteri-Pidato-768x576.jpeg 768w, https:\/\/kantorurusanhaji.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Menteri-Pidato-16x12.jpeg 16w, https:\/\/kantorurusanhaji.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Menteri-Pidato.jpeg 1280w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Arafah (TUH KJRI Jeddah)<\/strong> \u2014 Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa pelaksanaan wukuf di Arafah tahun ini tidak hanya menjadi momentum spiritual bagi jutaan jemaah, tetapi juga menandai babak baru transformasi penyelenggaraan haji Indonesia yang semakin profesional, inklusif, dan berorientasi pada pelayanan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pernyataan tersebut disampaikan Menhaj saat memberikan sambutan pada pelaksanaan Wukuf 9 Dzulhijjah 1447 H\/26 Mei 2026 M di Padang Arafah. Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Amirul Hajj, Tim Pengawas Haji DPR RI, perwakilan Pemerintah Indonesia di Arab Saudi, serta Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam sambutannya, Menhaj mengajak seluruh jemaah memaknai Arafah sebagai tempat persamaan dan ketundukan di hadapan Allah SWT.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Hari ini kita berkumpul di Arafah, tempat yang dimuliakan Allah SWT. Di sini tidak ada perbedaan kedudukan, jabatan, maupun status sosial. Semua hadir dengan tujuan yang sama, yaitu memohon ampunan dan rahmat Allah SWT,&#8221; ujar Menhaj.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurutnya, penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H\/2026 M memiliki nilai historis tersendiri karena untuk pertama kalinya dilaksanakan di bawah koordinasi Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia. Momentum ini menjadi titik awal penguatan tata kelola layanan yang lebih fokus terhadap kebutuhan jemaah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menhaj menegaskan bahwa kehadiran negara harus benar-benar dirasakan oleh seluruh jemaah melalui pelayanan yang lebih sigap, terukur, dan berorientasi pada kenyamanan serta keselamatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Pelayanan haji tahun ini harus menjadi bukti bahwa negara hadir lebih dekat kepada jemaah, lebih cepat dalam merespons kebutuhan mereka, dan lebih terarah dalam memberikan pelayanan,&#8221; tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia menjelaskan bahwa seluruh proses keberangkatan jemaah dari Indonesia telah selesai dilaksanakan. Sebanyak 527 kelompok terbang (kloter) yang membawa 202.551 jemaah dan 2.098 petugas telah tiba di Arab Saudi. Selain itu, sebanyak 16.596 jemaah haji khusus juga telah berada di Tanah Suci untuk mengikuti seluruh rangkaian ibadah haji.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan selesainya fase kedatangan, fokus penyelenggaraan kini diarahkan pada kesiapan layanan selama fase Armuzna, yang meliputi Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Berbagai aspek pelayanan terus dimatangkan mulai dari kesiapan tenda, transportasi, konsumsi, layanan kesehatan, perlindungan jemaah, hingga penguatan koordinasi petugas di lapangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam kesempatan tersebut, Menhaj kembali menegaskan pentingnya konsep <strong>Tri Sukses Haji<\/strong> sebagai arah utama penyelenggaraan ibadah haji Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sukses ritual diwujudkan melalui pelaksanaan ibadah yang sah, tertib, dan sesuai tuntunan syariat. Sukses ekosistem ekonomi haji diwujudkan melalui tata kelola yang memberikan manfaat lebih luas bagi umat dan bangsa. Sedangkan sukses keadaban dan peradaban diharapkan mampu melahirkan pribadi-pribadi yang lebih sabar, disiplin, santun, serta membawa nilai-nilai kebaikan setelah kembali ke Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menhaj juga menegaskan bahwa keselamatan jemaah menjadi prioritas utama dalam seluruh kebijakan operasional haji tahun ini. Karena itu, pemerintah menyiapkan berbagai skema pelayanan khusus bagi jemaah lansia, risiko tinggi, penyandang disabilitas, serta pendamping mereka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satunya melalui penerapan skema murur yang memungkinkan pergerakan jemaah dari Arafah menuju Mina berlangsung lebih aman, tertib, dan tetap sesuai dengan ketentuan manasik haji.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Kami ingin memastikan setiap jemaah mendapatkan perlindungan yang memadai. Tidak boleh ada jemaah yang merasa ditinggalkan. Setiap keterbatasan harus mendapatkan perhatian dan dukungan yang layak,&#8221; ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk mendukung kekhusyukan ibadah selama fase Armuzna, pemerintah juga menyiapkan 15 kali layanan konsumsi berupa makanan siap santap dengan cita rasa Nusantara. Distribusi makanan bahkan telah dipersiapkan lebih awal sejak 6 Dzulhijjah agar jemaah dapat lebih fokus menjalankan ibadah tanpa harus mengkhawatirkan kebutuhan konsumsi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, pengawasan layanan haji tahun ini juga diperkuat melalui pemanfaatan teknologi digital, antara lain melalui Command Center, Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (SIKABAH), serta platform Kawal Haji. Kehadiran sistem tersebut memungkinkan proses pemantauan, pelaporan, dan penanganan berbagai persoalan di lapangan dilakukan secara lebih cepat dan berbasis data.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam aspek tata kelola dam, Menhaj menyampaikan bahwa hingga saat ini sebanyak 145.341 jemaah telah menunaikan pembayaran dam. Dari jumlah tersebut, 102.364 jemaah membayar melalui program Adahi di Arab Saudi dan 38.992 jemaah melalui mekanisme yang difasilitasi di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagian besar hasil dam dari jemaah Indonesia juga diarahkan untuk membantu masyarakat Palestina melalui koordinasi dengan Pemerintah Arab Saudi dan lembaga terkait.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menutup sambutannya, Menhaj mengajak seluruh jemaah memanfaatkan momentum Arafah untuk memperbanyak doa, zikir, istighfar, serta melakukan muhasabah diri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Arafah adalah kesempatan terbaik untuk bermunajat kepada Allah SWT. Mari kita doakan keluarga, bangsa Indonesia, para pemimpin negeri, serta memohon agar seluruh jemaah diberikan kemudahan dan kembali ke Tanah Air dengan predikat haji yang mabrur,&#8221; pungkasnya.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Arafah (TUH KJRI Jeddah) \u2014 Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa pelaksanaan wukuf di Arafah tahun ini tidak hanya menjadi momentum spiritual bagi jutaan jemaah, tetapi juga menandai babak baru transformasi penyelenggaraan haji Indonesia yang semakin profesional, inklusif, dan berorientasi pada pelayanan. Pernyataan tersebut disampaikan Menhaj saat memberikan sambutan pada&#8230;<\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-796","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-informasi_haji"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kantorurusanhaji.net\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/796","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kantorurusanhaji.net\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kantorurusanhaji.net\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kantorurusanhaji.net\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kantorurusanhaji.net\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=796"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kantorurusanhaji.net\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/796\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":798,"href":"https:\/\/kantorurusanhaji.net\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/796\/revisions\/798"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kantorurusanhaji.net\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=796"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kantorurusanhaji.net\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=796"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kantorurusanhaji.net\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=796"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}