KJRI Jeddah Imbau WNI dan Jemaah Haji Tidak Menggunakan Atribut yang Berpotensi Melanggar Ketentuan di Arab Saudi

TUH KJRI Jeddah (Makkah) — KJRI Jeddah mengimbau seluruh Warga Negara Indonesia (WNI), pekerja migran Indonesia, serta Jemaah Haji Indonesia untuk senantiasa mematuhi peraturan dan ketentuan yang berlaku di Arab Saudi, termasuk terkait penggunaan atribut, simbol, maupun materi visual yang dikenakan di ruang publik selama berada di Tanah Suci.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul adanya kasus yang ditangani aparat keamanan setempat, di mana dua WNI diamankan oleh Polsek Mu’abbadah, Makkah, karena mengenakan kaos yang memuat tulisan dan ilustrasi tertentu yang kemudian menjadi perhatian aparat keamanan Arab Saudi.

Koordinator Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan Jemaah KJRI Jeddah, Ahmad Masbukhin, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut menjadi pengingat penting bagi seluruh WNI dan jemaah haji Indonesia untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan atribut atau simbol tertentu selama berada di Arab Saudi.

“Kami mengimbau seluruh WNI dan jemaah haji Indonesia untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan pakaian, atribut, simbol, maupun materi visual yang ditampilkan di ruang publik. Karena Pihak saudi tidak ingin atribut-atribut tersebut merusak kesucian tanah suci baik mekkah dan madinah atau mengganggu kekhusyuan jemaah haji lainnya” ujar Ahmad Masbukhin.

Ia menjelaskan bahwa pihak aparat keamanan Arab Saudi menyampaikan pentingnya menjaga suasana ibadah yang aman, tertib, dan kondusif bagi jutaan jemaah yang datang dari berbagai negara untuk menunaikan ibadah haji.

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi juga memiliki komitmen untuk menjaga kesucian Kota Makkah dan Madinah dari berbagai aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum maupun kekhusyukan ibadah para jemaah.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak menggunakan atribut, simbol, maupun materi visual yang dapat memunculkan interpretasi tertentu atau berpotensi menimbulkan perhatian aparat keamanan setempat.

Ahmad Masbukhin menyampaikan bahwa selama musim haji, fokus utama seluruh jemaah adalah menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk. Oleh sebab itu, penggunaan atribut yang berkaitan dengan kelompok, organisasi, komunitas, maupun simbol-simbol tertentu sebaiknya dihindari.

“Pesan yang kami terima dari aparat keamanan setempat sangat jelas, yaitu agar seluruh jemaah dan WNI lebih berhati-hati dalam menggunakan atribut atau simbol tertentu selama berada di Arab Saudi. Tujuannya adalah menjaga keamanan bersama serta memastikan seluruh jemaah dapat beribadah dengan tenang dan nyaman,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa sebagai tamu di Tanah Suci, seluruh jemaah memiliki kewajiban untuk menghormati hukum, budaya, dan ketentuan yang berlaku di negara tuan rumah.

Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan setempat merupakan bagian dari tanggung jawab setiap jemaah agar dapat menjalankan ibadah dengan baik tanpa menghadapi permasalahan hukum yang tidak diperlukan.

Selama musim haji, jemaah dianjurkan untuk menggunakan pakaian dan atribut yang sederhana serta sesuai dengan kebutuhan ibadah. Fokus utama jemaah adalah menyempurnakan rangkaian ibadah haji, bukan membawa atau menampilkan simbol-simbol yang dapat mengganggu ketertiban maupun kekhusyukan ibadah.

KJRI Jeddah juga mengajak seluruh WNI dan Jemaah Haji Indonesia untuk senantiasa menjaga sikap, menjaga lisan, mematuhi arahan petugas, serta menghormati peraturan yang berlaku selama berada di Arab Saudi.

“Kami berharap seluruh jemaah dapat fokus beribadah dan menghindari hal-hal yang berpotensi menimbulkan masalah selama berada di Tanah Suci. Mari bersama-sama menjaga nama baik bangsa Indonesia dan menghormati ketentuan yang berlaku di negara tuan rumah,” tutup Ahmad Masbukhin.

KJRI Jeddah akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada jemaah terkait berbagai ketentuan yang berlaku di Arab Saudi sebagai bagian dari upaya perlindungan dan pendampingan bagi WNI selama menjalankan ibadah haji.

2 wni ditangkap oleh Polsek Mu’abbadah Makkah karena memakai kaos bertuliskan Bekerja adalah Jihad, bergambar seorang lelaki bersorban mengendarai kuda bertuliskan bendera lailaha illallah.. Pihak saudi tidak ingin atribut-atribut tersebut merusak kesucian tanah suci baik mekkah dan madinah atau mengganggu kekhusyuan jemaah haji lainnya.. Dilarang menggunakan atribut baik kenegaraan, sosial ormas dll

Pihak aparat kemanaan menyampaikan kepada kita untuk berhati-hati.

اترك تعليقاً

لن يتم نشر عنوان بريدك الإلكتروني. الحقول الإلزامية مشار إليها بـ *