
TUH KJRI Jeddah (Madinah) — Menjelang pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah, Ustadz Khalilurrahman, mengajak seluruh Jemaah Haji Indonesia untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya, baik dari sisi ilmu, kesehatan, maupun spiritualitas.
Menurut Khalilurrahman, rangkaian Armuzna merupakan inti dari pelaksanaan ibadah haji yang akan menentukan kesempurnaan perjalanan spiritual para jemaah di Tanah Suci.
“Haji itu adalah Arafah. Oleh karena itu, menjelang puncak haji ini seluruh jemaah harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya agar dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan optimal dan memperoleh haji yang mabrur,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa terdapat tiga hal penting yang perlu menjadi perhatian seluruh jemaah dalam menyongsong fase Armuzna.
Perkuat Kembali Pemahaman Manasik Haji
Khalilurrahman mengingatkan jemaah untuk kembali mempelajari dan mengingat materi manasik haji yang telah diterima sejak di Tanah Air maupun selama berada di Arab Saudi.
Pemahaman yang baik mengenai tata cara pelaksanaan haji, niat ihram, rukun dan wajib haji, serta berbagai ketentuan ibadah lainnya akan membantu jemaah menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan sesuai tuntunan syariat.
“Jangan pernah merasa cukup dengan ilmu yang sudah dimiliki. Teruslah mengulang dan memperdalam pemahaman manasik karena haji yang dilaksanakan dengan ilmu akan lebih tenang dan terarah,” katanya.
Petugas bimbingan ibadah di setiap kloter juga terus memberikan penguatan materi kepada jemaah sebagai bagian dari upaya memastikan pelaksanaan ibadah berjalan dengan baik.
Jaga Kesehatan dan Simpan Energi untuk Armuzna
Selain kesiapan ilmu, kondisi fisik menjadi faktor yang sangat penting menjelang pelaksanaan puncak haji.
Khalilurrahman mengimbau jemaah untuk mulai mengatur aktivitas sehari-hari dan membatasi kegiatan fisik yang tidak terlalu diperlukan agar energi tetap terjaga saat memasuki fase Armuzna.
“Haji adalah ibadah fisik. Jangan sampai stamina kita habis sebelum memasuki hari-hari yang paling penting. Istirahat yang cukup, makan teratur, perbanyak minum air putih, dan hindari aktivitas yang dapat menguras tenaga,” pesannya.
Ia juga mengingatkan jemaah untuk selalu menggunakan alat pelindung diri seperti payung, masker, dan alas kaki yang nyaman saat beraktivitas di luar ruangan mengingat suhu udara di Arab Saudi yang cukup tinggi.
Bagi jemaah lansia dan risiko tinggi (risti), koordinasi dengan petugas kesehatan dan petugas kloter juga perlu terus dilakukan agar kondisi kesehatan dapat terpantau dengan baik.
Persiapkan Doa Terbaik di Hari Arafah
Selain ilmu dan kesehatan, Khalilurrahman mengajak seluruh jemaah untuk memperkuat persiapan spiritual dengan memperbanyak doa, istighfar, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Menurutnya, Hari Arafah merupakan salah satu momentum paling istimewa dalam ibadah haji. Pada hari tersebut, jutaan jemaah akan berkumpul di Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf yang menjadi rukun utama haji.
“Siapkan doa-doa terbaik untuk diri sendiri, keluarga, bangsa, dan umat. Hari Arafah adalah waktu yang sangat mulia untuk bermunajat kepada Allah SWT. Jangan sia-siakan kesempatan yang luar biasa ini,” ungkapnya.
Ia berharap seluruh jemaah dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk memperbanyak doa dan memohon ampunan kepada Allah SWT.
Menutup pesannya, Khalilurrahman mengajak seluruh jemaah untuk tetap menjaga niat, kesabaran, dan kekompakan selama menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci.
“Semoga seluruh Jemaah Haji Indonesia diberikan kekuatan, kesehatan, kemudahan, dan kelancaran dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita dan mengembalikan para jemaah ke Tanah Air dengan membawa predikat haji yang mabrur. Aamiin Ya Rabbal Alamin,” tutupnya.

